Bagaimana Memaksimalkan Potensi kita?
Langkah Untuk Memaksimalkan Potensi
1. Minta kepada Tuhan
Terkadang kita tidak tahu dimana kita punya keahlian, ataupun sebagian orang bertanya-tanya:
- Apakah keahlian yang saya miliki?
- Mengapa saya tidak punya keahlian?
- Mengapa banyak orang punya banyak keahlian, namun saya tidak?
Kita tentunya manusia yang beragama, yang memiliki Tuhan Yang Esa. Kita telah di ciptakan dan diberikan satu atau lebih potensi (keahlian). Keahlian itu bisa dikatakan juga talenta. Manusia memiliki beragam potensi dalam dirinya.
Setiap orang pasti memiliki potensi, namun terkadang kita tidak tau apa potensi yang ada pada diri kita. Bagaimana cara mengetahui apa potensi yang kita miliki? Tuhan tau apa potensi kita.
Minta kepada-Nya dalam Doa, berdoalah dengan sungguh-sungguh. Tuhan pasti jawab....
2. Miliki Sikap yang Baik
"Attitude is a little thing to makes a big difference"
Dengan memiliki sikap yang baik, maka secara tidak sadar kita telah digemari banyak orang. Kehidupan ini terbentang luas di depan, dengan Memiliki sikap yang baik, orang telah melihat potensi yang ada pada diri kita, mereka tentunya berkata:
Contoh:
" Kamu cocoknya begini!"
"Kamu pintar ya berhitung.!"
Dengan demikian kita telah mengetahui apa potensi yang ada pada diri kita, dan mari kembangkan dan nikmatilah.
3. Buatlah Tujuan Hidup Anda
Dengan memliki potensi yang ada pada diri kita, kita tentunya telah dapat mempertimbangkan menentukan tujuan hidup kita. Kita memiliki tujuan hidup masing-masing. Dan tentu pasti tujuan kita itulah yang akan kita harapkan untuk dinikmati hari esok. Satukanlah tujuan hidup anda dengan potensi yang anda miliki, supaya anda gemar mengejakannya dan dengan senang menikmati hidup.
4. Jadikan Tujuan Hidupmu Menjadi Kenyataan
Kita tentunya berharap tujuan hidup kita itu harus nyata. Tujuan hidup kita tidak akan nyata bila kita hanya berdiam diri saja. Mari setelah menentukan tujuan hidup anda bergiatlah melakukan segala yang terbaik untuk itu.
5. Setialah Kepada Perkara yang Kecil
Segala sesuatu yang kita tidak kerjakan pada saat yang seharusnya kita lakukan, tentunya tentunya berakibat fatal.
Contohnya :
Jika kita seorang karyawan di rumah makan atau restoran, ada pesanan nasi untuk di antar ke tempat acara ulangtahun besok siang pukul 12.00. Majikan/Bos menyuruh kita tuk mengantarnya esok hari. Kita terlupa, dan baru teringat setelah pukul 13.00. Kejadian ini tentunya bisa berakibat fatal buat kita. Kemungkinan kita akan di pecat karna keluhan pelanggan, dan lain sebagainya.
Jika kita seorang akuntan yang kerja di sebuah perusahaan, kita sebagai pengaudit uang lalai dalam menulis kejadian transaksi. Tentunya kita akan di tegur dan jika berulang-ulang bahkan kita akan di rumahkan.
Dengan setianya pada perkara kecil, maka kita tidak akan mengabaikan juga perkara yang lainnya yang lebih besar dari itu. Karna, hal sepelelah terkadang yang membuat kita salah.
Marilah kita maksimalkan potensi kita dengan meminta kepada Tuhan, memiliki sikap yang baik, membuat tujuan hidup, menjadikan tujuan itu jadi kenyataan, dan setia pada hal-hal kecil...
Trima kasih telah berkunjung, jangan lupa kembali hari esok...
:=)
Rating:
100%
based on 10 ratings.
5 user reviews.







0 komentar:
Posting Komentar